Insan Pasca Stroke (IPS) – M. Rofiq (2)

Pak, Kalau ngantar/nengok orang sakit yang fakus ya
Assalamu’alaikum WW.
Dengan susah payah istriku sendirian memapah saya ke ruang keluarga dan menelpon keponakan yang ternyata dia sudah berangkat ke kantor, baru sekitar 30 menit kemudian keponakan datang. Dengan dibantu tetengga saya dimasukkan ke dalam mobil, mungkin disitu kesadaran saya tinggal 10 % saja. Lumayan kesulitan mengangkat saya ke dalam mobil karena badan saya terlalu gemuk (80 kg tapi sekarang tinggal 57 kg).
Sedikit saya ceritera pengalaman masa lalu tapi masih erat hubugannya dengan ceritera sakit saya ……heee. Pernah suatu waktu kira kira sudah 6 tahun lalu, ditengah malam istri tetangga telp ke keluarga saya minta tolong nganter suaminya ke rumah sakit karena terkena serangan setroke, persis seperti yang saya alami saat itu/ini. Waktu itu yang berkecamuk di pikiran saya “betapa sakitnya ” bapak ini ya, besuknya saya nengok ke RS masih juga muncul pertanyaan dalam hati “betapa sakitnya”, seminggu kemudian saya nengok kerumah sakit dan kebetulan masuk ke ICU (saya ada kesempatan masuk ICU) timbul lagi partanyaan tapi beda bunyinya di dalam hati “rasanya sakit begini ini seperti apa ya”, pada saat dia pulang dari rumah sakit sekali lagi muncul pertanyaan itu, dan masih teringat dengan jelas bagaimana dia didudukkan dari tidurnya yang harus bibantu istrinya, itupun sangat sulit bahkan selalu terjatuh kesamping, Subhanalloh, tgl 12 Januari 2016  betul betul saya diberi hadiah oleh Alloh SWT berupa jawaban yang selama ini menjadi pertanyaan saya. Jawabannya adalah tidak sakit bakan  tidak terasa sama sekali, sudah lah percaya saja dengan saya ya heeee….. Saya memang sering terjadi apa yang saya inginkan akan dikabukan oleh Alloh entah cepat atau lambat, pernah saat mudik pulang kampung (saya keja di Lampung mudik ke Wlingi – Blitar) mau berangkat saya ngomong ke anak kalao nanti baliknya akan bawa mobil, tapi cepat cepat saya ralat omongan saya karena memangnya yang punya mobil siapa kok mau dibawa ???, ceritera terlupakan di perjalanan karena memang tadi itu ngomongan orang tua yang menginginkan sesuatu, eeeeeee sesampainya di rumah Wling (belum sempat masuk rumah) ibuk saya ngomong “mengko lek bali ngulon mobil iki gawanen”,……..dek hati/jantung saya……… mrinding saya dengar ibuk ngomong begitu dan anak saya bertanya jangan-jangan bapak sudah telepon eyang puteri. Jadi semua kejadian itu sudah menjadi takdirnya masing-masing, manusia tinggal menjalani saja, jadinya saya balik lampung jadi keturutan bawa mobil.
Kembali ke masalah saya sakit, mobil yang membawa saya langsung menuju RS terdekat untuk di observasi dan diputuskan untuk pindah ke RS yang lebih lengkap peralannya.
Penyebab saya terserang stroke adalah hiper tensi (220/110), kok bisa hipertensi karena kemungkinan saya lupa minum obat amlodipin yang harus dikonsumsi orang penderita hipertesi selamanya/seumur hidup, dan tgl 12 Januari 2016 itu adalah hari ke 4 saya kelupaan minum amlodipin, memang saya punya sejarah hipertensi.

Sebetulnya watu itu tim dokter akan melakukan operasi di kepala saya namun tidak jadi karena kerusakan otak saya tidak sampai 25% (mungkin 23,3 % heeee) itu menurut teorinya kedokteran, semoga saja keliru teorinya heeee…… Ceritera mengenai persen kerusakan otak, ada orang Jakarta (perempuan)  berlibur ke AS dan di sana dia terserang stroke, setelah ditangani dokter dinyatakan/disimpulkan bawa kerusakan otaknya 20% dan divonis  akan mengalami kelumpuhan total. Saya berpikir 20% saja lumpuh total apa lagi saya yang kerusakan otaknya lebih tinggi yaitu tidak sampai 25 %. Tapi Alhamdulillah pada saat menulis ini (13 bulan lebih 13 hari sejak saya sakit) saya sudah bisa jalan walau pelan pelan, ngomong walau masih sering kesrimpet srimpet, otak/pikiran masih sering nge hang heee, yang jelas saya tidak lumpuh total malah InsyaAlloh saya nanti suatu saat akan sembuh total, Aamiin YRA.
Cukup dulu ya ceritera yang ke 2, semoga saya masih diberi kekuatan untuk bisa menuangkan tulisan selanjutnya.

Catatan kecil yang bisa dibuat dari tulisan sederhana ini yaitu:
1). Jangan berpikiran macam macam apalagi ingin tahu rasanya sakit kalau menengok orang sakit
2). Bagi yang sudah hipertensi, jangan coba – coba tidak minum obat nya
3). Semangat dan do’a bisa mangalahkan semua nya

Wassalamu’alaikum WW.
Lampung, 25 Februari 2017


Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s