Insan Pasca Stroke (IPS) – M. Rofiq (4)

BISMILLAHIR-RAHMAANIR-

RAHIIM, AKU DATANG KE RUMAHMU YA ALLOH

Sampai hari ke 20 setelah serangan penyakit stroke, saya masih belum bisa apa – apa, semua keperluanku disiapkan dan dibantu untuk melakukan pekerjaan apapun itu, dari atas tempat tidur semunya saya kerjakan (disuapi makan, minum, wudlu, sholat, buang air kecil/besar dll dll), selama 3 bulan pertama hal itu saya lakukan karena saat itu memang belum bisa melakukannya sediri.  Saya juga masih belum bisa ngomong, otak saya juga belum bisa untuk berfikir hal yang sederhana sekilipun. Bacaan sholat yang tidak lupa hanya Alfatihah (saya juga heran), lainnya lupa sama sekali termasuk niat sholat dan jumlah rokaat nya, Allohuakbar. Akan  tetapi sedikit demi sedikit mulai ingat lagi, dan terakhir hafal lagi bacaan tasyahut/tahiyat akhir baru 2 minggu yang lalu atau 13 bulan setelah sakit, Alhamdulillah. Tidak bisa kalau disengaja menghafalkan yang lupa tersebut, tapi dengan sendirinya akan ingat lagi. 

Selama 13 bulan itu biasanya kalau sholat sambil membaca buku “tuntunan sholat lengkap”, tapi sekarang tidak lagi, bagiku itu indikator kalau otak saya semakin membaik. Semoga kerusakan otakku yang hampir 25 % itu ikut berangsur angsur membaik pula, Aamiin. 

Menulis ceritera diri sendiri seperti ini walaupun cuma pekerjaan yang sederhana, tapi menurut saya  sudah luar biasa dan melelahkan karena bisa dilakukan oleh IPS yang tingkat kerusakan otaknya hampir 25 %, bagaimana mengingat – ingat masa lalu nya, belum lagi meng edit tulisan setelah diketik, baru dilepas untuk di upload di fb dan blog heeee…..melebihi dosen dengan jurnalnya saja. Tapi membuat tulisan edisi 4 ini saya merasakan ada kemajuan cara berfikir saya, dan yang jelas saya manjadi menikmatinya.

Saya sudah barencana manunaikan ibadah Umroh 10 bulan sebelum saya sakit, tapi Alloh juga yang menentukan. Manusia hanya bisa berusaha dan wajib berusaha tapi tetap Alloh yang menentukan. Dua puluh hari setelah sakit saya berangkat umroh dengan istri dan kakakku sekalian. Walaupun kakakku rumahnya di Jawa Timur namun daftar dan berangkatnya dari Lampung, rupanya Alloh punya skenario yang amat bagus buat kami. Istri dan kakakku sekalian tidak berpikir macam – macam tentang saya, apalagi saya yang memang baru sedikit pulih kesadaranku (paling paling 35 %) saja pasti juga tidak berpikir macam – macam kerena memang belum bisa berpikir.

Pesawat Jakarta – Medinah memerlukan waktu 9 jam ditambah dari/ke Lampung nya, belum lagi macam – macam nya bisa memerlukan waktu 15 jam atau lebih. Sederhana saja tidak kepikiran kalau saya ingin buang air kecil/besar caranya bagai mana ?, Allohuakbar rupanya Alloh punya cara sendiri untuk ngatur hal tersebut yaitu  selama naik pesawat baik perginya maupun pulangnya saya tidak pernah punya keinginan untuk buang air kecil/besar.

Di masjid Nabawi Madinah saya dapat prioritas dari pihak keamanan untuk masuk makam Nabi, mungkin dilihatnya saya sakit tidak berdaya dan sayangnya saya belum bisa berdo’a atupun permohonan yang sederhana ataupun sekedar niat didalam hati, tapi Alloh tahu maksud kadatanganku dan semoga tetap menjadi amal baik saya, Aamiin 3x. Setiap muslim meridukan pergi ke sana, saya sdh sampai disana tapi tidak bisa berbuat apa – apa secara lahir batin, maafkan kami ya Alloh.

Bulan januari di Mekah bersamaan dengan masim dingin, dan sempat satu kali hujan cukup lebat. Saya thowaf dan sy’ai dipandu oleh orang dari Madura, sementara setiap hari saya didorong memakai kursi roda ke Masjidilharam oleh istri dan kakak saya.

Pulangnya ada sedikit masalah, seharusnya orang seperti saya ini belum boleh keluar negeri (kalau tidak untuk berobat), tapi berangkatnya kok lolos ?, akhirnya istri saya disuruh tanda tangan perjanjian (tidak akan menuntut bila terjadi apa -apa), beres.

Ada tiga hal yang bisa saya ambil sebagai pelajaran:

1). Sesuatu yang lupa karena setroke, lama kelamaan kembali ingat dengan sendirinya.

2). Manusia boleh berusaha, tapi Alloh mempuyai hak prerogatif/yang menetukan.

3). Setiap muslim menginginkan datang ke rumah Alloh, pasti itu.

Assalamu’alaikum WW.

Bandar Lampung, 3 – 3 – 2017

Advertisements

2 thoughts on “Insan Pasca Stroke (IPS) – M. Rofiq (4)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s