Insan Pasca Stroke (IPS) – M. Rofiq (7)

“LUPA NAMA TAPI TAK LUPA WAJAH”

Assalamu’alaikum WW

Kembali ke masalah “baru pulang dari rumah sakit”, Hany Adibah anak saya yang nomor tiga (sekarang kuliah di Bandung) pada awal saya pulang dari rumah sakit (karena saya belum bisa ngomong) sempat membuatkan saya “kamus/alat bantu komunikasi” untuk membantu saya berkomunikasi. Sederhana kamusnya, misal ingin minum tinggal tunjukkan tulisan “minum”, ingin sholat tinggal tunjukkan tulisan “sholat” dll dll, bahkan di pintu lemari di kamar saya juga di tempelkan kamus/alat bantu tersebut,  namun semua itu kurang bisa bermanfaat karena selain tidak bisa berbicara tarnyata saya juga lupa dengan huruf dan angka, kalau berhitung cuma sampi enam saja selebihnya lupa. Istri saya juga dengan berbagai cara mengajari saya mengenal huruf -huruf, wah wah saya tidak ingat samasekali kalau diajari mengenai huruf di rumah sikit, untung ada dokumentasinya.

Saya juga lupa dengan nama – nama anak istri saya, waktu teman saya pak Riyadi Subiantoro (teman dosen yang sama asal dari Jatim) nengok saya ke rumah dan dia tanya ke saya:
Riyadi S : siapa nama – nama anak p. Rofiq
Saya : tidak tahu
Riadi S : siapa nama istri p Rofiq
Saya jawab : tidak tahu
Riadi S : ini siapa ? (sambil nunjuk ke istri saya)
Saya : bojo ku (lupa nama tapi tidak lupa wajah, demikian juga dengan anak)
Riyadi S : saya siapa ?
Saya : mas Riyadi

Suasana di rumah jadi ramai karena saya masih ingat dengan pak Riyadi, kenapa masih ingat ???, jadi pertanyaan lumayan besar, dengan anak istri saja lupa nama tapi dengan pak Riyadi malah ingat, aneh. Dan ternyata bukan cuma dengan p. Riyadi saja ingat tapi dengan  semua dosen jurusan perkebunan (jurusan saya) ingat semua kecuali dengan dosen muda nya, salah satu dosen mudanya adalah anak kandung saya “Febrina Delvitasari” yang juga saya lupa namanya.

Di jurusan perkebunan ada 23 dosen, dosen muda sebanyak 6 orang, 17 orang dosen senior (tua) dengan masa kerja antara 25 – 30 tahun (saya termasuk yang 30 tahun). Jadi analisa saya kenapa saya sampai tidak lupa sama teman – teman jurusan ya karena sudah 30 tahun kerja bersama sama mulai pagi sampai sore, sementera dengan anak istri intensitas ketemunya tidak seperti teman di kantor, paling jam 16.00 atau jam 17.00 datang dari kantor, jam 21.00 sudah tidur, besuknya jam 07.30 sudah berangkat lagi, apalagi pas kejadian itu saya sedang menjabat Ketua Jurusan Perkebunan yang sering pulang menjelang magrib heee….. Saya juga heran bahasa saya kalau ngomong menjadi bahasa jawa, istri saya tidak masalah tapi anak saya semuanya tidak ngerti bahasa jawa, repot…..

Saya juga ingat waktu itu anak saya ngomong kalau watu penyembuhan paling bagus (” watu emas”) adalah sampai 4 bulan saja dan selebihnya biasa saja (katanya mbah google), makanya watu itu dikebut berobatnya ke dokter, ke refleksi, urut, pengobatan alternaif yang setiap hari diikankan di TV itu, pengobatan memakai listrik, belum lagi jamunya/obatnya setiap ada informasi dicobanya, mulai dari yang gratis berupa seduhan brangkasan tanaman “ceplukan” yang rasanya pahit “banget” sampai obat/pil produk cina yang harganya 1 tablet 900 ribu rupiah, semua itu tujuannya cuma satu  yaitu supaya saya dapat sehat kembali.

Anak – anakku membuat kejutan buat saya dan istri, yaitu 1 bulan setelah sakit itu adalah hari pernikahan kami yang ke 30 tahun. Dari atas tempat tidur itulah ultah pernikahan ke 30 secara sederhana kami rayakan,  saya terharu sekali dan hanya bisa nangis dan nangis.

Tiga hal yang bisa saya ambil sebagai pelajaran dari tulisan ini yaitu:

1). Kasih sayang anak ke orang tuanya tidak ada batasannya.

2). Apabila Alloh berkehendak mem “bolak balik ” kan pikiran dan ingatan seseorang, itu hal yang gampang.

3). Kita boleh dan harus berusaha, tapi ingat Alloh lah yang menentukan.

Ini saja tulisan (ediri ke 7)  tentang diri saya sekitar satu bulan setelah saya sakit, Insya Alloh dilanjutkan lain waktu, dan semoga bisa memberikan manfaat tulisan saya ini, Aamiin.

Wassalamu’alaikum WW

Bandar Lampung, 7 Maret 2017

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s