Insan Pasca Stroke (IPS) – M. Rofiq (12)

MANDI DI AIR PANAS ALAMI NATAR

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Sebetulnya saya sudah lama dengar keberadaan air panas alami tersebut tapi belum pernah mampir masuk ke dalam komplek air panas tersebut. Terletak satu kecamatan dengan rumah saya, tepatnya di desa Batupuru tepi jalan raya sebelum bandara (lebih kurang 8 km dari rumah).

Bulan November 2016 saya menikahkan anak, dan setelah saya sholat dhuhur ada yang ngasih tahu kalau ada tamu alumni yang ingin ketemu saya, ternyata tamu tersebut adalah pak Hendra dan Pak Iskandar dan ditemani oleh Pak M. Tahir (sekarang Ketua Jurusan Perkebunan). Pak Hendra menyarankan agar pagi – pagi sebelum subuh selama 15 menit sampai 30 menit saya dapat mandi di air panas Natar, Insya Allah akan ada perubahan kondisi saya kalau dilakukan secara ikhlas dan tawakal, “harus semangat terus pak ya”, katanya. Pak Hendra alumni Polinela th 1995 (kalau tidak salah) dan pak Iskandar alumni th 2000 (kalau tidak salah), dan beliau berdua bekerja di PTPN VII (PERSERO). Rumah pak Hendra memang dekat dari kolam air panas Natar.

Saya menulis masalah mandi air panas alami ini adalah permintaan IPS lain, senang sekali ada IPS lain yang mau ngikuti dan membaca tulisan saya walaupun dia memberi tanggapanya tidak langsung melalui fb atau blog saya tapi melalui messenger, tidak apa – apa Pak Ino (nama samaran heee…..) mungkin Pak Ino ini tidak enak hati kalau identitasnya diketahui orang banyak, padahal ke 4 messenger dari bapak berupa   tanggapan atau pertanyaan atau keluhan tersebut akan bagus sekali apabila langsung dishare di blog saya, siapa tahu diskusi kita ada manfatnya untuk orang lain, Aamiin 3x.

Tiga hari setelah pertemuan saya dengan pak Hendra, pak Iskandar, dan Pak Tahir, pagi – pagi setelah subuhan (saya tidak melakukan sebelum subuh) saya pergi dari rumah  menuju ke pemandian air panas dan disitu ternyata sudah ada pak Hendra yang sedang mandi (jam 05.45), dan langsung saya diangkat digotong oleh pak Hendra sendirian dan ditaruh di tepi kolam, terimakasih pak Hendra.

Sekarang ada dua kolam yang diaktifkan untuk mandi dan setiap hari bergantian yang dialiri air panas, jadi sebaiknya kalau masih agak kurang baik jalannya memilih kolam atas saja karena tidak curam tempat kolamnya. Cuma ada selokan sedikit saat mau masuk kolam dan cukup merepotkan saya karena saya belum bisa bebas melangkah. Sudah pernah saya membuat penutup selokan dari kayu, lumayan bisa untuk jalan/jembatan orang – orang yang kondisinya seperti saya, tapi sayang banget dua hari berikutnya kayu tersebut sudah hilang, mungkin ada orang lain yang lebih memerlukannya.

Saya ke kolam 2 kali dalam seminggu, dan baru dapat 13 kali penyakit malesnya datang tapi sekarang sudah mulai ke kolam lagi. Perlu juga diperhatikan waktu mandi, karena merupakan pemandian maka hari Sabtu Miggu penganjungnya lumayan ramai.

Pak Ino, bpk ternyata juga sudah terapi mandi di kolam air panas natar, kondisi bapak sudah lebih baik dibanding kondisi saya dan sakit sudah 1,5 tahun. Kalau kita melihat yang sakitnya lebih parah dari kita (seperti ditulisan saya edisi 10), Alhamdulillah kita sudah bisa jalan walaupun kualitas jalannya belum seperti yang diharapkan.  Nyuwun sewu lho pak Ino, bukan karena “nasib” bapak dan “nasib” saya seperti ini, tapi semua ini merupakan “ujian dari Allah” lho pak (pak Ino ternyata juga senior saya kuliah di Jember), sakit itu “penggugur dosa”, orang yang sakit itu sesungguhnya sedang dicintai sang pencipta sekaligus diberi ujian…….. tentu kalau kita bisa menerima dengan sabar dan tawaqal maka akan bisa merontokkan dosa – dosa kita, ayo pak berlomba – lomba agar kita bisa lulus ujian, Aamiin 3x. 

Sekarang apakah mandi air panas Natar itu ada manfaatnya dan termsuk terapi ?, ya kita berserah diri saja dan asal yang saya lakukan rasional saja. Toh dokter RS PON juga sudah ngasih tahu tidak merekomendasikan pengobatan selain  fisioterapi dan minum obat  vitamin otak serta menjaga faktor risiko, jadi ya akhirnya pasien mencari pengobatan sendiri dan itu wajar saja namanya berusaha ingin sembuh termasuk madi air panas tersebut. 

Saya juga sempat ngobrol dengan sesama orang yang mandi (guru di pondok dekat situ) bahwa dia dulu stroke lumayan parah, dia diurut dan rutin mandi di air panas dan Alhamdulillah sekarang dia sehat lagi. Tapi sekali lagi jangan cuma melihat yang berhasil sembuh saja, bisa frustasi nanti heee. 

Saya kira cukup ini dulu tulisan saya, sekali lagi terimakasih kepada Pak Hendra, Pak Iskandar, Pak Tahir, dan pak ino.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Bandar Lampung, 27 Maret 2017

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s