Insan Pasca Stroke (IPS) – M. Rofiq (13)

“AYO MEMBANTU SESAMA”

****Kegelisahan****

Setelah saya nulis “MACAM PENAMPILAN IPS (PERCAYA DIRI YA)” di edisi 10 saya menjadi kepikiran berlarut – larut, sampai tadi sholat subuh di Masjid masih kepikiran terus dan akhirnya setelah pulang subuhan saya langsung mulai nulis “AYO MEMBANTU SESAMA”, dari pada saya kepikiran malah jadi sakit yang ke dua mendingan di tuangkan dalam tulisan saja unek – unek nya.

Coba dibayangkan bila ada suatu keluarga, yang hidup sejahtera/ bahagia dan untuk mempertahankan kebahagiaan tersebut suami giat dan semangat bekerja, anak – anak nya masih sekolah semua ada yang di SMP, SMA, atau mungkin sudah kuliah yang tentunya perlu biaya yang lumayan besar, sementara ibuknya menjadi ibu rumah tangga. Tidak kepikiran sama sekali kalau tulang punggung keluarga tersebut secara mendadak telah dapat ujian/ musibah / petaka yaitu kena penyakit stroke, maka hancur berantakan ceritera keluarga yang bahagia itu.

Itu baru awal ceritera, ibu yang semula sebagai ibu rumah tangga tersebut mendadak menjadi kepala rumah tangga yang terlalu berat berat berat sekali dan tidak tahu berapa lama dan sampai kapan dijalani, Wallohua’lam.

Selanjutnya sepulang dari RS biasanya belum bisa apa – apa, kesadaran pun masih 50% paling tinggi sehingga sagala sesuatu masih sangat tergantung orang lain (kalau saya 14 bulan baru berani ditinggal istri ke Yogya selama 3 hari untuk nengok mertua), tentunya lamanya ketergantungan terhadap orang lain tersebut tergantung dari keparahan serangan stroke dan semangat latihan untuk sembuh, ekstrimnya ada yang keluar dari RS langsung jalan seperti semula dan ada juga yang sampai diatas 4 tahun belum bisa jalan, wicara, dsb. Inilah yang menjadi pemikiran saya, yang terus membuat gelisah saya tapi apa daya saya cuma IPS yang memang belum juga berdaya.

Iya memang betul seandainya saya tidak sakit seperti ini, saya juga tidak punya pemikiran macam – macam tentang IPS atau keluarganya. Perlu diketahui, sebanyak 15 juta orang sedunia setiap tahun kena stroke (memang % nya kecil sekali), orang desa atau kota, orang kaya atau miskin, laki – laki atau perempuan sama saja kemungkinan bisa kena stroke.

Estimasi jumlah penderita stroke di Indonesia berdasarkan diagnosis tenaga kesehatan atau gejala adalah sebanyak 2.137.941 orang,  sedangkan estimasi jumlah penderita di Propinsi Lampung sebanyak 68.393 orang (Riskerdas, 2013).  Data riset kesehatan dasar (riskerdas) dikeluarkan setiap 5 tahunan oleh pusdatin kementerian kasehatan RI (tidak tahu ya estimasinya kok besar sekali angkanya).

****Mimpi Saya****

Sewaktu saya masih sehat pernah saya dan teman – teman jurusan punya ide membantu pendanaan mahasiswa di jurusan saya dan Alhamdulillah sampai sekarang kegiatan tersebut masih jalan (dikelola oleh pak Dedi, Pak Edison, bu Any, dan bu Wiwik), caranya yaitu kami mengajak para dosen untuk menyisihkan sedikit gaji yang penggunaanya untuk membantu mahasiswa di jurusan kami yang kurang beruntung atau secara tiba – tiba tulang punggung keluarganya kena masalah/musibah (sakit beskelanjutan semisal kena stroke, PHK, berurusan dengan pihak keamanan, dll) dan apabila mahasiwa tersebut tidak ditolong pendanaannya maka dia tidak bisa melanjutkan kuliahnya , istilahnya biar agak keren “beasiswa jurusan”. Jadi jangan sampai anak tersebut DO gara – gara tulang punggung keluarganya kena masalah (semuanya sudah diatur oleh Alloh SWT, di jurusan saya punya ide kalau tulang punggung keluarga berhalangan tetap maka mahasiswa perlu kita bantu biar tidak DO, sekarang malah saya yang berhalangan tetap dan Alhamdulillah  teman – teman tetap membantu saya biar anak saya yang kuliah di Bandung tidak DO, terimakasih). Pernah saya ke Bengkulu ngobrol dengan guru SMK, guru tersebut tertarik dengan model beasiswa jurusan dan akan dicoba di sekolahnya. Di politeknik sendiri ada Jurusan/PS yang akan membuat seperti di Jurusan Perkebunan tapi tidak tahu kelanjutannya.

 Sebetulnya dari gaji itu sekecil apapun yang bisa kita disihkan dan digunakan antaralain seperti itu bisa disebut “sisanya gaji”, dan kata pak ustad bisa barokah dan bisa menjadi penolong kita nantinya, Aamiin 3x

Dari ide tersebut saya ingin mencoba meningkatkan ke tingkat yang lebih besar, dan penggunaannya khusus untuk sekedar membantu meringankan beban keluarga IPS (ada yang tidak mampu lho, sekedar untuk urut/pijit saja hanya mampu bayar 5 ribu rupiah), sukur – sukur bisa membantu sekolah anaknya IPS. Saya dapat ceritera masalah tidak mampu bayar urut  itu dari pak “tukang urut” (yang ngurut saya di Gedongtataan), dia tidak ada keluarga (ditinggal anak istri) sehingga sendirian dirumah. Tidak tahu nantinya saya dapat dana dari kalangan apa, bermukim dimana,  sedikit atau banyak tidak masalah yang penting ikhlas.

Dari pemerintah ?, sudah banyak pemerintah memfasilitasi pemulihan orang sakit stroke semisal fasilitas untuk fisioterapi gratis di setiap RS (tidak tahu di RS kabupaten ada atau tidak fasilitas itu, kalau di Bandar Lampung ada). Tapi untuk pergi ke RS terkendala dia, banyak kendalanya. Tapi misalnya ada stimulus dari Dinas Sosial maka akan lebih bagus sekali awal kegiatan ini, dan model kegiatannya bisa fleksibel.

Barangkali teman – teman (baik teman yang sehat maupun teman IPS)  ada yang berkenan urun rembuk atau kemungkinan menyokong dana atau apalah untuk membantu IPS yang betul – betul kurang mampu silakan, kasihan mereka. Atau mungkin sekarang sudah ada semacam yayasan ya Alhamdulillah, tapi saya coba tanya ke IPS lainnya yaitu pak “Bang Raden” (kena stroke sejak Mei 2011, pendarahan di 2 titik) tentang keberadaan yayasan atau penyandang dana bagi IPS yang membutuhkan bantuan, jawabannya “belum ada tuh”, satu lagi saya tanya ke pak Dino Akbar yang sudah sakit 1,6 tahun jawabannya “belum dengar dan belum ada”.

Seandainya bisa terlaksana angan – angan saya ini, Insya Alloh yang saya datangi pertama adalah bapak yang rumahnya di Gedongtataan, karena bapak inilah yang banyak menginspirasi saya, walaupun saya belum pernah ketemu.

Sekali lagi ini cuma angan – angan/impian dari M. Rofiq, seorang IPS yang belum begitu berdaya, semoga semuanya bisa jadi keyataan, Aamiin.

Inisiatif lainnya juga bisa dapat turut menyumbang melalui toko online anak saya yang kedua. Apabila bpk/ibk/adik berbelanja di https://www.facebook.com/yukkedapur/ maka 50% keuntungan dari hasil penjualan disisihkan dan disumbangkan ke “Ayo Membantu Sesama”.

Allahumma inni a’uzubika minnarihil ahmar, waddamir aswad waddail akbar (ya Alloh Tuhanku lindungi aku dari angin merah dan lindungi aku dari darah hitam/stroke dan dari penyakit berat), Aamiin 3x.

Wasalamu’alaikum Wr Wb

Bandar Lampung,  30 Maret 2017

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s