Insan Pasca Stroke (IPS) – M. Rofiq (17)

TERAPI  LISTRIK

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Minggu – minggu ini kita dihebohkan dengan berita kepala sekolah SD di daerah Lowok Waru – Malang melakukan penyetruman dengan lisrik terhadap 4 orang siswanya, serem kedengarannya. Awalnya saya juga berpikir kepala sekolah melakukan hukuman kepada anak didiknya karena melakukam kesalahan, hukumannya dengan cara disetrum listrik, ternyata tidak demikian.

Sebetulnya tidak jauh dari rumah saya ada tempat fasilitas terapi listrik itu, dan banyak penyakit yang bisa diterapi dan saya sandiri pernah diterapi listrik tersebut (karena tidak kuat sakitnya cukup sekali terapi saja). Sewaktu saya terapi   tersebut yang punya menyebutnya sebagai “bengkel otak” dan saya diam saja dimasukkan ke dalam bengkel otak karena otak saya memang rusak tidak sampai 25% karena stroke (kata dokter).

Yang saya heran saya diurut oleh seorang ibu setengah baya tapi setiap pijitannya ada aliran listriknya, tidak tahu bagaimana tekniknya. Diawali dipijit dari kaki, saya masih bisa nahan tapi lama – lama semakin keatas dan puncaknya dikepala serta wajah/muka (mungkin itu dia sebut bengkel otak), sakitnya bukan main. Saya teriak tidak dianggap, mau melompat saya tidak berdaya, nangis saja yang bisa saya lakukan dan istri cuma menenangkan saya dan tanpa sengaja nyenggol badan saya dan memang dia merakan ada aliran listriknya, selama 30′ saya tersiksa. Sudah sekali saja saya melakukan terapi listrik, tidak mau lagi bahkan selama satu minggu saya masih trauma sering nengis bila ingat urut pakai alisan listrik.

Tapi banyak juga yang terapi disitu, entahlah. Ada yang ngomong dia bisa jalan dari sakit stroke karena terapi listrik, mungkin saja saya kurang kuat menahan sakit karena di setrom. Terus bagaimana peristiwa anak SD di Lowok Waru Malang ?, saya pikir itu cuma terapi biasa separti yang saya alami. Karena kepala kekolah peduli sama anak didiknya maka dilakukan terapi listrik biar muridnya bisa gampang menerima materi yang diajarkan (mungin lho), tetapi yang tidak kuat menahan sakit seperti saya (tegangannya mungkin terlalu tinggi) bisa trauma berkepanjangan, maklumlah apabila orang tua murid tarsebut marah – marah, tapi yang tidak wajar adalah salah satu orang tua murit minta kompensasi anaknya bisa ditarima di salah satu SMP favorit di Malang, lho apa urusrannya heee….

Waalaikumsalam Wr. Wb.

Bandar Lampung, 5 Mei 2017

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s