Insan Pasca Stroke (IPS) – M. Rofiq (19)

Screen Shot 2017-12-27 at 7.25.04 AM

CERITERA TENTENG TIGA (3) PENGOBATANKU YANG TERAKHIR

(DAN SEDANG BERJALAN) 

 

Assalamu’alaikum Wr Wb

Saya tidak pernah berhenti mencari pengobatan,  klo ada informasi dan saya rasa “sreg” ya saya jalani. Sejak sakit 2 tahun yang lalu saya sudah berobat ke 19 tempat pengobatan yaitu dokter,  pijit tradisional (pijit urat), refleksi,  setrum listrik,  akupuntur,  bekam, fisioteraphy, malah sering dalam waktu  bersamaan 2 (dua) pengobatan bersamaan saya jalani, apa boleh buat saya  ingin sekali bisa sembuh lagi.  Lucunya setiap tukang pijit saya perhatikan selalu ngomong “sayang sudah lama,  coba kalau baru sakit dibawa kesini bisa langsung sembuh”, malah pengobatan yang pertama juga ngomong “sayang dibawa ke RS segala,  kalau waktu itu langsung ke sini  bisa langsung sembuh”, bahkan saya sempat marah ketika dia ngomong “sayang umroh segala kalau tidak….” tidak diteruskan ngomongnya karena keburu saya marah (20 hari setelah sakit mamang saya diajak istri umroh setelah 9 hari di RS).  Dipikir lucu juga mana mungkin kuluarga tidak membawa ke RS melihat bapaknya kondisinya seperti itu, mungkin itu hanya caranya menutupi kekurangan tukang pijit kalau ternyata nantinya kondisi pasiennya tidak ada perbaikan heeee…., tapi bagaimanapun juga hasil dari kesana kemari (tentunya dengan seijin Alloh) saya sudah bisa ngomong dan jalan walaupun kualitasnya belum sempurna. Saya juga tidak tahu pengobatan yang mana yang “manjur”.

Saya ingin sedikit ceritera 3 (tiga) pengobatan terakhir yang saya lakukan,  PERTAMA pengobatan di Gadingrejo.  Kebetulan hari itu saya ke kampus dan sempat ngobrol dengan satpam bahwa dia pernah ngantar saudaranya yang sakit stroke berobat ke Gadingrejo dan hasilnya bagus, sistemnya pasien diolesi dengan “cairan hitam”, setelah diolesi pada bagian – bagian tertentu langsung terasa panas dan sakit sampai meronta – ronta dan teriak – teriak kesakitan,  kalau sudah seperti itu baru dinetralkan dengan minyak kayu putih terus langsung hilang rasa sakitnya,  terus diulangi pada bagian lain sampai selesai. Pengobatan dilakukan didepan pasien lain,  jadi tontonan malah jadi tertawaan karena teriak – teriak kesakitan. Saya sempat 7 kali berobat di Gadingrejo.

KEDUA di Talang Padang, tahu di daerah itu ada pengobatan dari orang yang pernah ngantar2 saya waktu partama sakit (pernah nggendong saya karena saya belum bisa apa – apa). Selepas dia tidak kerja di saya dia pulang ke kampung dan ngantar berobat ibuknya p. Lurah yang sakit stroke  dan sembuh “kata dia” dan saya mau. Cukup jauh tempatnya,  dari Gadingrejo masih terus (kira – kira 100 km dari rumahku Bandarlampung). Di sana saya ditanya tanya dan akhirnya saya pulang membawa 2 paket ramuan herbal untuk diminum selama 20 hari, ke dua kali ke sana saya boleh tidak ikut (cukup membawa urine saya saja) dan pulangnya dikasih 1 bungkus ramuan herbal untuk 10 hari dengan catatan selanjutnya kalau mau kesini telp dulu 3 hari sebelumnya karena harus dibutkan dulu ramuan herbalnya (herbal dari sarang burung walet) dan ini agak mahal (sarang burung walet khan memang mahal), istri saya iya iya saja intinya mau tapi dia mengatakan kami bisuruh pikir – pikir dulu harga herbal burung walet itu mahal nanti kalau tidak sembuh menyesal. Lhooo ini yang ngobati saja nggak punya keyakinan bisa bagus reaksi herbalnya dan semestinya dia miyakinkan saya biar yakin,  akhirnya saya sendiri ragu – ragu jadinya. Oh iya herbal 1 dan 2 gratis lho.

KETIGA saat ini sedang berjalan pengobatannya,  ada mahasiswa saya (alumni 2015) namanya Satryo Pamungkas menawari ada temannya bisa melakukan pengobatan dengan tenaga dalam, boleh juga pikirku dan parlu dicoba. Yang punya tanaga dalam alumni kimia Unila dan sekarang sudah 3 kali di “tranfer” tenaga dalam ke saya.  Pertama kerumah saya dengan melihat saya saja bisa nyimpulkan “sakit saya tidak tergolong berat,  dan bisa sembuh kecuali bagian tangan, dengan 8 – 12 pertemuan saja Insya Alloh bisa sembuh”, wahhh baru kali ini saya mendengar pernyataan yang menambah optimisme saya,  Aamiin.

Untuk  bagian tangan yang dibilang sulit dia minta untuk dipijit refleksi oleh pak Min (tetangga dia di gg PU). Karena lokasinya dekat bisa datang kerumah tapi pak Min harus dijemput karena tuna netra,  sudah 2 kali pak Min mijid saya. Semoga saja pengobatan yang dilakukan Yai Imam Akbar dan pak Min dengan seijin Alloh dapat memberikan kesembuhan pada diri saya,  Aamiin.

Alloh memberikan penyakit kepada hambanya pasti munurunkan pula obatnya,  makanya saya tidak boleh putus asa untuk mencari pengobatan semampu saya.

 

Bandar Lampung, 25 Desember 2017

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s