Insan Pasca Stroke (IPS) – M. Rofiq (18)

MATI PELAN – PELAN KARENA STROKE ???

Asalamu’alaikum Wb. Wb

Saya memberi judul tulisan ini begitu mengerikan dan seolah – olah tuhan (Alloh) sedang menyiksa umatnya, eeeh maaf bukan saya yang memberi judul tapi pak AHOK. Lho mengapa dengan pak Ahok ?, karena dalam sambutan yang cukup kontroversial di pulau Seribu menyebut “……nanti bapak bisa mati pelan – pelan karena stroke”.

Saya sangat menikmati dan selalu saya tunggu – tunggu berita TV termasuk mengenai p Ahok, tapi setiap kali diulang ….”nanti bisa mati pelan – pelan karena stroke” akhirnya saya menilai pejabat setingkat gubernur kok ngomongnya begitu tidak dipikir dulu bagaimana perasaan orang yang terkena sakit stroke padahal  Insan Pasca Stroke (IPS) itu sangat perlu teman ngobrol dan pikiran harus tenang serta tidak boleh emosi, ini malah ditakut – takuti masalah kematian, mati pelan – pelan karena stroke. Saya sudah 1,5 tahun menjadi IPS dan belum pernah ada teman yang mengganggu pikiran saya, ini pak Ahok sangat mengganggu pikiran saya walau saya yakin dia tidak merasakannya.

Hasus diingat ada orang yang tidak perlu sakit untuk meninggal, ada yang perlu sebentar, agak lama, lama, dan lama banget, dan kita tidak bisa milih mau yang mana, tergantung Alloh mau yang mana. Orang yang langsung meninggal tanpa sakit akan nikmat apalagi seperti ustat Jakfar Abdurahman saat melantunkan ayat suci Alqur’an surat Al Mulk ayat ke 3 yang bercerita tentang kematian pada tanggal 24 April 2017 lalu, atau sepeti teman saya satu kantor pak Burhanudin yang meninggal kemarin sore (13-6-2017) saat sholat ashar di masjid kampus, rokaat ke 2 terjatuh langsung meninggal. Kalau “boleh memilih” cara meninggalnya saya milih seperti ustat Jakfar atau pak Burhanudin, lagi membaca Alqur’an atau lagi sholat. Tapi sering pula kita mendengar meninggal mendadak ditempat maksiat, atau minum minuman oplosan dsb, hal seperti itu semoga dijauhkan dari kita dan anak cucu, Aamiin

Lalu bagaimana dengan yang sakitnya agak lama atau lama (istilahnya p Ahok mati perlahan – lahan), sebetulnya Alloh sangat sayang kapada hambanya yang InsyaAlloh termasuk saya sambil diuji dengan sakitnya, jika kita bisa lulus ujianNya maka InsyaAlloh akan bisa menggugurkan/merontokkan semua dosa – dosan kita. Semoga saya bisa sabar dan tentu bertambah amal ibadahnya, Aamiin 3x YRA.

Ada juga seorang ustadzah yang setiap pagi jam 06.00 keluar di TV, itu juga begitu kalau dalam ceramahnya ambil contoh orang sakit stroke betul – betul untuk guyonan dan diperagakan lagi, tidak memikirkan bagaimana perasan IPS. Tapi saya sangat suka lho dengan isi ceramahnya, bagus.

Urusan mati harus kita serahkan ke Alloh, orang sakit jangan untuk olok – olokan, tidak etis.

Wasalamu’alaikum Wr.Wb.

Bandar Lampung, 14 Juni 2017

Insan Pasca Stroke (IPS) – M. Rofiq (17)

TERAPI  LISTRIK

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Minggu – minggu ini kita dihebohkan dengan berita kepala sekolah SD di daerah Lowok Waru – Malang melakukan penyetruman dengan lisrik terhadap 4 orang siswanya, serem kedengarannya. Awalnya saya juga berpikir kepala sekolah melakukan hukuman kepada anak didiknya karena melakukam kesalahan, hukumannya dengan cara disetrum listrik, ternyata tidak demikian.

Sebetulnya tidak jauh dari rumah saya ada tempat fasilitas terapi listrik itu, dan banyak penyakit yang bisa diterapi dan saya sandiri pernah diterapi listrik tersebut (karena tidak kuat sakitnya cukup sekali terapi saja). Sewaktu saya terapi   tersebut yang punya menyebutnya sebagai “bengkel otak” dan saya diam saja dimasukkan ke dalam bengkel otak karena otak saya memang rusak tidak sampai 25% karena stroke (kata dokter).

Yang saya heran saya diurut oleh seorang ibu setengah baya tapi setiap pijitannya ada aliran listriknya, tidak tahu bagaimana tekniknya. Diawali dipijit dari kaki, saya masih bisa nahan tapi lama – lama semakin keatas dan puncaknya dikepala serta wajah/muka (mungkin itu dia sebut bengkel otak), sakitnya bukan main. Saya teriak tidak dianggap, mau melompat saya tidak berdaya, nangis saja yang bisa saya lakukan dan istri cuma menenangkan saya dan tanpa sengaja nyenggol badan saya dan memang dia merakan ada aliran listriknya, selama 30′ saya tersiksa. Sudah sekali saja saya melakukan terapi listrik, tidak mau lagi bahkan selama satu minggu saya masih trauma sering nengis bila ingat urut pakai alisan listrik.

Tapi banyak juga yang terapi disitu, entahlah. Ada yang ngomong dia bisa jalan dari sakit stroke karena terapi listrik, mungkin saja saya kurang kuat menahan sakit karena di setrom. Terus bagaimana peristiwa anak SD di Lowok Waru Malang ?, saya pikir itu cuma terapi biasa separti yang saya alami. Karena kepala kekolah peduli sama anak didiknya maka dilakukan terapi listrik biar muridnya bisa gampang menerima materi yang diajarkan (mungin lho), tetapi yang tidak kuat menahan sakit seperti saya (tegangannya mungkin terlalu tinggi) bisa trauma berkepanjangan, maklumlah apabila orang tua murid tarsebut marah – marah, tapi yang tidak wajar adalah salah satu orang tua murit minta kompensasi anaknya bisa ditarima di salah satu SMP favorit di Malang, lho apa urusrannya heee….

Waalaikumsalam Wr. Wb.

Bandar Lampung, 5 Mei 2017

Insan Pasca Stroke (IPS) – M. Rofiq (16)

“PENTINGNYA TENSIMETER”

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Tensimeter adalah alat untuk mengetahui tekenan darah, apakah tekanan darah kita normal, terlalu tinggi atau terlalu rendah, terlalu tinggi atau terlalu rendah sama bahayanya karena bisa berakibat “stroke”, baik itu cuma gejala stroke, penyumbatan pembuluh darah, atau sampai pembuluh darah pecah (pendarahan). Pendarahan sendiri ada tingkatannya yaitu 1 titik pendarahan, 2 titik, 3 titik dan seterusnya, dan kalau saya kata dokter berdasarkan photo ronsen otak ada 9 titik pendarahan dan itu menyebabkan kerusakan otak tidak sampai 25%.  Makanya jangan sampai lengah/terlupakan memeriksa masalah tekanan darah kita terutama yang sudah sepuh (umur 50 th keatas).

Sebetulnya boleh dikatakan suatu peringatan “Awas Bahaya Sekali Lho” bagi yang tensi/tekanan darah nya diatas atau dibawah rata – rata, saya berharap semoga bpk/ibk yang mempunyai riwayat  keturunan tekanan darah tidak normal dapat bisa tertip mengecek tekanan darahya dan harus diikuti tindakan kalau terjadi diluar ketentuan.

Ini sebagai contoh jelek banget adalah saya sendiri, sebetulnya dari pihak istri tidak kurang ngingatkan saya terutama makanan karena saya ada keturunan darah tinggi, dan sampai dibelikan tensimeter sendiri. Sebelum sakit saya terbiasa tekanan darah 180/100 (luar biasa tinggi), dan nurunkan menjadi tekanan darah 160 saja sulit sekali (jelas sulit makanannya apa saja mau), padahal kalau lihat tekanan darah berdasarkan umur seperti dalam tabel di bawah ini nomalnya adalah 131/86. 

Tapi mengapa sekarang ternyata saya bisa mempertahankan tekanan darah yang ideal tersebut (137/81) setelah terjadi serangan stroke ?, ya karena saya makan tidak sembarangan lagi takut terkena serangan yang ke dua, seandainya saya sadar sejak awal bahayanya berakibat separti ini pastilah saya akan menjaga tensi saya biar tatap normal. Tapi yang sudah terjadi tidak perlu disesali, iklas saja.

Selain tensi/tekanan darah tinggi atau tekanan darah rendah, kolesterol juga penyebab penyakit stroke.

Tulisan diatas sangat sederhana, mudah diucapkan tapi sulit dilakukan (terutama untuk saya), dan sekedar untuk menjaga faktor resiko agar tidak terulang lagi stroke untuk diri saya sendiri, dan juga sekedar ngingatkan bapak/ibuk semunya biar terhindar dari panyakit stroke, Aamiin 3x YRA.

Wasalamu’alaikum Wr. Wb.

Bandar Lampung, 22 April 2017

Insan Pasca Stroke (IPS) – M. Rofiq (15)

“BEKAM”

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Satu lagi pengobatan yang saya lupa ceritakan disini yaitu “bekam”. Sebetulnya bapak yang bekam saya adalah yang juga nerapi saya, jadi berapa kali terapi diselingi dengan bekam. Awalnya saya takut dibekam karena diambil darahnya dengan cara disedot, tapi yah mau tidak mau harus dijalani dan sampai sekarang kalau tidak salah sudah 7 kali bekam. Sebaiknya konsultasi dokter terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk terapi bekam. Karena siapa tau ada kontraindikasi untuk pasien yang masih minum obat pengencer darah.

Barangkali ada yang ngomong/berfikiran klo pak Rofiq itu sekarang lebay banget sedikit – sedikit dibuat tulisan, oh tidak begitu ya, tujuan awalnya nulis semua ini untuk melatih otak saya karena saya dan anak istri sadar klo hasil pemeriksaan dokter nyebutkan bahwa otak saya rusak (tidak sampai 25% rusak otak), siapa tahu dengan latihan berfikir/menulis/mengasah otak dsb merupakan bagian dari terapi yang bisa membuat saya sedikit lebih baik atau sukur – sukur lebih banyak baiknya, karena disekitar otak yang rusak terebut kata dokter akan terjadi rangsangan antara syaraf – syaraf terdekat sehingga saling berhubungan dan semoga saja hal tersebut dapat menggantikan peran otak yang rusak tersebut, Aamiin 3x yra.

Saya juga rajin ngikuti WAGroup walau tidak aktif (kalau mengikuti secara aktif takut kalau ada salah paham), kalau betul – betul tidak menyangkut masalah saya maka saya berusaha pasif, apabila sudah menyangkut saya ya saya harus ikut nimbrung, dan ternyata WAG dapat sangat membantu ingatan saya. WAG yang saya ikuti adalah: WAG Jurusan Perkebunan, WAG Dosen Polinela, WAG Tajulan SMA DHAHA Kediri, WAG Bravo 79 UNEJ, WAG Bani Ilyas, WAG Al Aziz Wlingi, bahkan di WAG terakhir setiap pagi mengupload Alq’uran dan terjemahannya sebanyak 10 ayat, sedikit memang yang penting rutinitasnya. Kalau pada awalnya saya terasa pusing di kepala kalau untuk bepikir/membaca sedikit saja dan istri langsung ngukur tensi saya, sekarang sudah tidak pusing lagi artinya memang ada kemajuan otak saya untuk berpikir.

Bekam (hijamah) adalah mengeluarkan darah kotor/mati dari dalam tubuh sehingga tidak ada lagi darah yang kotor sehingga penggumpalan tidak terjadi. Terapi bekam dan minum madu merupakan metode pengobatan di jaman Rosululloh SAW. Dalam hadis disebutkan bahwa “Setiap penyakit ada obatnya, jika obat yang tepat diberikan, dengan seijin Alloh, penyakit itu akan sembuh”. Hadis lainnya menyebutkan “Alloh tidak menurunkan suatu penyakit tanpa menurunkan obatnya”. 

Kalau yang saya pahami bekam itu mengambil darah yang kotor dari badan kita (mulai kepala sampai kaki), dengan cara ditempeli wadah mangkuk yang bisa “dihampakan udara” sehingga kulit/daging/darah mejadi menggembung karena tersedot, selanjutnya mangkuk dicopot dan bagian yang menggembung tadi dilukai kecil – kecil (ada alatnya) dan mangkok dipasang lagi disedot lagi dan kotoran darah akan terbawa ikut keluar. Kira – kira begitulah definisi bekam menurut saya heee, kelihatannya yang paling penting bagian/titik mana saja yang bi bekam dan berapa titik yang dibekam, makanya setiap bekam berlainan tempat titiknya. Yang disunah kan Nabi untuk bekam tgl 17, 19, 21 H (menurut yang bekam saya). Hasilnya didapatkan darah yang warnanya berlainan, ada yang merah darah ada yang merah kehitaman. 

Semoga terapi bekam dan terapi – terapi yang lain yang saya jalani merupakan obat untuk penyakit saya, Aamiin 3x

Wasalamu’alaikum Wr. Wb

Bandar Lampung, 8 April 2017

Insan Pasca Stroke (IPS) – M. Rofiq (14)

FISIOTERAPI

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Fisioterapi merupakan proses merehabilitasi seseorang biar terhindar dari cacat fisik melalui serangkaian proses penilainan, diagnosis, perlakuan, dan aktivitas pencegahan. 

Berat juga tugasnya ya yang bertugas di bagian fisioterpi,  saya merasa petugas fisioteripi harus sabar serta ramah dan hal itu benar – benar diterapkat di ditempat praktik. Biasanya di bagian fisioterapi cuma melayani jumlah pasien terbatas saja setiap harinya, dan waktunya sudah ditentukan harinya karena untuk menghindari penumpukan pasien. Ada RS setiap harinya hanya melayani 30 pasien sehingga banyak pasien yang mengambil nomor urut pagi – pagi setelah subuh biar dapat bagian. Ada praktek fisioterapi swasta dan setiap hari hanya bisa menangani 12 pasien saja dan tidak boleh ngambil nomor duluan, sehingga banyak yang kembali lagi karena tidak kabagian nomor urut.

Selain petugasnya juga fasilitasnya yang kurang (ini yang saya rasakan), sehingga  menyebabkan sedikitnya pasien fisioterapi bisa ditangani. Misalnya untuk rehabilitasi wicara (kebetulan saya dirumah sakit yang ada tenaganya yang nangani wicara), kelihatannya tidak semua tempat fisioterapi ada ahlinya/petugasnya yang nangani wicara, dan saya sudah dinilai/dinyatakan 85% bagus wicaranya (itu 10 bulan yang lalu), Alhamdulillah.

Buku yang berhasil saya baca, sebetulnya dimana saja fisioterapi dilakukan tidak masalah (fisioterapi mandiri), oleh kerena itu saya melakukan fisioterapi di rumah saja dan minta  tolong diawasi petugas dari RS, dan biasanya sekali fisioteri selama 45 menit tanpa panyinaran. Untuk penyinaran ultra merahnya saya pakai lampu Theratherm Osram, dan bisa dilakukan sendiri. Selain itu saya juga ditangani terapist, dia seperti tukang pijit tapi untuk mendapatkan keahlian itu ada ujian kompetensi dari depkes (kata nya).

Fisioterapi saya lakukan 1 kali seminggu, terapist 2 kali seminggu, latihan dipandu istri sendiri sebisanya 2 kali sehari (pagi sore), dan kadang – kadang mandi di air panar Natar (1 minggu sekali). Itulah kegiatan saya sehari – hari.

Semoga dengan apa yang saya lakukan itu dapat memberikan hasil yang maksimal, kepada teman – teman saya juga mohon do’a nya semoga saya cepat sehat walafiat, Aamiin 3x.

Waalaikumsalam Wr. Wb.

Bandar Lampung, 2 April 2017

Insan Pasca Stroke (IPS) – M. Rofiq (13)

“AYO MEMBANTU SESAMA”

****Kegelisahan****

Setelah saya nulis “MACAM PENAMPILAN IPS (PERCAYA DIRI YA)” di edisi 10 saya menjadi kepikiran berlarut – larut, sampai tadi sholat subuh di Masjid masih kepikiran terus dan akhirnya setelah pulang subuhan saya langsung mulai nulis “AYO MEMBANTU SESAMA”, dari pada saya kepikiran malah jadi sakit yang ke dua mendingan di tuangkan dalam tulisan saja unek – unek nya.

Coba dibayangkan bila ada suatu keluarga, yang hidup sejahtera/ bahagia dan untuk mempertahankan kebahagiaan tersebut suami giat dan semangat bekerja, anak – anak nya masih sekolah semua ada yang di SMP, SMA, atau mungkin sudah kuliah yang tentunya perlu biaya yang lumayan besar, sementara ibuknya menjadi ibu rumah tangga. Tidak kepikiran sama sekali kalau tulang punggung keluarga tersebut secara mendadak telah dapat ujian/ musibah / petaka yaitu kena penyakit stroke, maka hancur berantakan ceritera keluarga yang bahagia itu.

Itu baru awal ceritera, ibu yang semula sebagai ibu rumah tangga tersebut mendadak menjadi kepala rumah tangga yang terlalu berat berat berat sekali dan tidak tahu berapa lama dan sampai kapan dijalani, Wallohua’lam.

Selanjutnya sepulang dari RS biasanya belum bisa apa – apa, kesadaran pun masih 50% paling tinggi sehingga sagala sesuatu masih sangat tergantung orang lain (kalau saya 14 bulan baru berani ditinggal istri ke Yogya selama 3 hari untuk nengok mertua), tentunya lamanya ketergantungan terhadap orang lain tersebut tergantung dari keparahan serangan stroke dan semangat latihan untuk sembuh, ekstrimnya ada yang keluar dari RS langsung jalan seperti semula dan ada juga yang sampai diatas 4 tahun belum bisa jalan, wicara, dsb. Inilah yang menjadi pemikiran saya, yang terus membuat gelisah saya tapi apa daya saya cuma IPS yang memang belum juga berdaya.

Iya memang betul seandainya saya tidak sakit seperti ini, saya juga tidak punya pemikiran macam – macam tentang IPS atau keluarganya. Perlu diketahui, sebanyak 15 juta orang sedunia setiap tahun kena stroke (memang % nya kecil sekali), orang desa atau kota, orang kaya atau miskin, laki – laki atau perempuan sama saja kemungkinan bisa kena stroke.

Estimasi jumlah penderita stroke di Indonesia berdasarkan diagnosis tenaga kesehatan atau gejala adalah sebanyak 2.137.941 orang,  sedangkan estimasi jumlah penderita di Propinsi Lampung sebanyak 68.393 orang (Riskerdas, 2013).  Data riset kesehatan dasar (riskerdas) dikeluarkan setiap 5 tahunan oleh pusdatin kementerian kasehatan RI (tidak tahu ya estimasinya kok besar sekali angkanya).

****Mimpi Saya****

Sewaktu saya masih sehat pernah saya dan teman – teman jurusan punya ide membantu pendanaan mahasiswa di jurusan saya dan Alhamdulillah sampai sekarang kegiatan tersebut masih jalan (dikelola oleh pak Dedi, Pak Edison, bu Any, dan bu Wiwik), caranya yaitu kami mengajak para dosen untuk menyisihkan sedikit gaji yang penggunaanya untuk membantu mahasiswa di jurusan kami yang kurang beruntung atau secara tiba – tiba tulang punggung keluarganya kena masalah/musibah (sakit beskelanjutan semisal kena stroke, PHK, berurusan dengan pihak keamanan, dll) dan apabila mahasiwa tersebut tidak ditolong pendanaannya maka dia tidak bisa melanjutkan kuliahnya , istilahnya biar agak keren “beasiswa jurusan”. Jadi jangan sampai anak tersebut DO gara – gara tulang punggung keluarganya kena masalah (semuanya sudah diatur oleh Alloh SWT, di jurusan saya punya ide kalau tulang punggung keluarga berhalangan tetap maka mahasiswa perlu kita bantu biar tidak DO, sekarang malah saya yang berhalangan tetap dan Alhamdulillah  teman – teman tetap membantu saya biar anak saya yang kuliah di Bandung tidak DO, terimakasih). Pernah saya ke Bengkulu ngobrol dengan guru SMK, guru tersebut tertarik dengan model beasiswa jurusan dan akan dicoba di sekolahnya. Di politeknik sendiri ada Jurusan/PS yang akan membuat seperti di Jurusan Perkebunan tapi tidak tahu kelanjutannya.

 Sebetulnya dari gaji itu sekecil apapun yang bisa kita disihkan dan digunakan antaralain seperti itu bisa disebut “sisanya gaji”, dan kata pak ustad bisa barokah dan bisa menjadi penolong kita nantinya, Aamiin 3x

Dari ide tersebut saya ingin mencoba meningkatkan ke tingkat yang lebih besar, dan penggunaannya khusus untuk sekedar membantu meringankan beban keluarga IPS (ada yang tidak mampu lho, sekedar untuk urut/pijit saja hanya mampu bayar 5 ribu rupiah), sukur – sukur bisa membantu sekolah anaknya IPS. Saya dapat ceritera masalah tidak mampu bayar urut  itu dari pak “tukang urut” (yang ngurut saya di Gedongtataan), dia tidak ada keluarga (ditinggal anak istri) sehingga sendirian dirumah. Tidak tahu nantinya saya dapat dana dari kalangan apa, bermukim dimana,  sedikit atau banyak tidak masalah yang penting ikhlas.

Dari pemerintah ?, sudah banyak pemerintah memfasilitasi pemulihan orang sakit stroke semisal fasilitas untuk fisioterapi gratis di setiap RS (tidak tahu di RS kabupaten ada atau tidak fasilitas itu, kalau di Bandar Lampung ada). Tapi untuk pergi ke RS terkendala dia, banyak kendalanya. Tapi misalnya ada stimulus dari Dinas Sosial maka akan lebih bagus sekali awal kegiatan ini, dan model kegiatannya bisa fleksibel.

Barangkali teman – teman (baik teman yang sehat maupun teman IPS)  ada yang berkenan urun rembuk atau kemungkinan menyokong dana atau apalah untuk membantu IPS yang betul – betul kurang mampu silakan, kasihan mereka. Atau mungkin sekarang sudah ada semacam yayasan ya Alhamdulillah, tapi saya coba tanya ke IPS lainnya yaitu pak “Bang Raden” (kena stroke sejak Mei 2011, pendarahan di 2 titik) tentang keberadaan yayasan atau penyandang dana bagi IPS yang membutuhkan bantuan, jawabannya “belum ada tuh”, satu lagi saya tanya ke pak Dino Akbar yang sudah sakit 1,6 tahun jawabannya “belum dengar dan belum ada”.

Seandainya bisa terlaksana angan – angan saya ini, Insya Alloh yang saya datangi pertama adalah bapak yang rumahnya di Gedongtataan, karena bapak inilah yang banyak menginspirasi saya, walaupun saya belum pernah ketemu.

Sekali lagi ini cuma angan – angan/impian dari M. Rofiq, seorang IPS yang belum begitu berdaya, semoga semuanya bisa jadi keyataan, Aamiin.

Inisiatif lainnya juga bisa dapat turut menyumbang melalui toko online anak saya yang kedua. Apabila bpk/ibk/adik berbelanja di https://www.facebook.com/yukkedapur/ maka 50% keuntungan dari hasil penjualan disisihkan dan disumbangkan ke “Ayo Membantu Sesama”.

Allahumma inni a’uzubika minnarihil ahmar, waddamir aswad waddail akbar (ya Alloh Tuhanku lindungi aku dari angin merah dan lindungi aku dari darah hitam/stroke dan dari penyakit berat), Aamiin 3x.

Wasalamu’alaikum Wr Wb

Bandar Lampung,  30 Maret 2017

 

Insan Pasca Stroke (IPS) – M. Rofiq (12)

MANDI DI AIR PANAS ALAMI NATAR

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Sebetulnya saya sudah lama dengar keberadaan air panas alami tersebut tapi belum pernah mampir masuk ke dalam komplek air panas tersebut. Terletak satu kecamatan dengan rumah saya, tepatnya di desa Batupuru tepi jalan raya sebelum bandara (lebih kurang 8 km dari rumah).

Bulan November 2016 saya menikahkan anak, dan setelah saya sholat dhuhur ada yang ngasih tahu kalau ada tamu alumni yang ingin ketemu saya, ternyata tamu tersebut adalah pak Hendra dan Pak Iskandar dan ditemani oleh Pak M. Tahir (sekarang Ketua Jurusan Perkebunan). Pak Hendra menyarankan agar pagi – pagi sebelum subuh selama 15 menit sampai 30 menit saya dapat mandi di air panas Natar, Insya Allah akan ada perubahan kondisi saya kalau dilakukan secara ikhlas dan tawakal, “harus semangat terus pak ya”, katanya. Pak Hendra alumni Polinela th 1995 (kalau tidak salah) dan pak Iskandar alumni th 2000 (kalau tidak salah), dan beliau berdua bekerja di PTPN VII (PERSERO). Rumah pak Hendra memang dekat dari kolam air panas Natar.

Saya menulis masalah mandi air panas alami ini adalah permintaan IPS lain, senang sekali ada IPS lain yang mau ngikuti dan membaca tulisan saya walaupun dia memberi tanggapanya tidak langsung melalui fb atau blog saya tapi melalui messenger, tidak apa – apa Pak Ino (nama samaran heee…..) mungkin Pak Ino ini tidak enak hati kalau identitasnya diketahui orang banyak, padahal ke 4 messenger dari bapak berupa   tanggapan atau pertanyaan atau keluhan tersebut akan bagus sekali apabila langsung dishare di blog saya, siapa tahu diskusi kita ada manfatnya untuk orang lain, Aamiin 3x.

Tiga hari setelah pertemuan saya dengan pak Hendra, pak Iskandar, dan Pak Tahir, pagi – pagi setelah subuhan (saya tidak melakukan sebelum subuh) saya pergi dari rumah  menuju ke pemandian air panas dan disitu ternyata sudah ada pak Hendra yang sedang mandi (jam 05.45), dan langsung saya diangkat digotong oleh pak Hendra sendirian dan ditaruh di tepi kolam, terimakasih pak Hendra.

Sekarang ada dua kolam yang diaktifkan untuk mandi dan setiap hari bergantian yang dialiri air panas, jadi sebaiknya kalau masih agak kurang baik jalannya memilih kolam atas saja karena tidak curam tempat kolamnya. Cuma ada selokan sedikit saat mau masuk kolam dan cukup merepotkan saya karena saya belum bisa bebas melangkah. Sudah pernah saya membuat penutup selokan dari kayu, lumayan bisa untuk jalan/jembatan orang – orang yang kondisinya seperti saya, tapi sayang banget dua hari berikutnya kayu tersebut sudah hilang, mungkin ada orang lain yang lebih memerlukannya.

Saya ke kolam 2 kali dalam seminggu, dan baru dapat 13 kali penyakit malesnya datang tapi sekarang sudah mulai ke kolam lagi. Perlu juga diperhatikan waktu mandi, karena merupakan pemandian maka hari Sabtu Miggu penganjungnya lumayan ramai.

Pak Ino, bpk ternyata juga sudah terapi mandi di kolam air panas natar, kondisi bapak sudah lebih baik dibanding kondisi saya dan sakit sudah 1,5 tahun. Kalau kita melihat yang sakitnya lebih parah dari kita (seperti ditulisan saya edisi 10), Alhamdulillah kita sudah bisa jalan walaupun kualitas jalannya belum seperti yang diharapkan.  Nyuwun sewu lho pak Ino, bukan karena “nasib” bapak dan “nasib” saya seperti ini, tapi semua ini merupakan “ujian dari Allah” lho pak (pak Ino ternyata juga senior saya kuliah di Jember), sakit itu “penggugur dosa”, orang yang sakit itu sesungguhnya sedang dicintai sang pencipta sekaligus diberi ujian…….. tentu kalau kita bisa menerima dengan sabar dan tawaqal maka akan bisa merontokkan dosa – dosa kita, ayo pak berlomba – lomba agar kita bisa lulus ujian, Aamiin 3x. 

Sekarang apakah mandi air panas Natar itu ada manfaatnya dan termsuk terapi ?, ya kita berserah diri saja dan asal yang saya lakukan rasional saja. Toh dokter RS PON juga sudah ngasih tahu tidak merekomendasikan pengobatan selain  fisioterapi dan minum obat  vitamin otak serta menjaga faktor risiko, jadi ya akhirnya pasien mencari pengobatan sendiri dan itu wajar saja namanya berusaha ingin sembuh termasuk madi air panas tersebut. 

Saya juga sempat ngobrol dengan sesama orang yang mandi (guru di pondok dekat situ) bahwa dia dulu stroke lumayan parah, dia diurut dan rutin mandi di air panas dan Alhamdulillah sekarang dia sehat lagi. Tapi sekali lagi jangan cuma melihat yang berhasil sembuh saja, bisa frustasi nanti heee. 

Saya kira cukup ini dulu tulisan saya, sekali lagi terimakasih kepada Pak Hendra, Pak Iskandar, Pak Tahir, dan pak ino.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Bandar Lampung, 27 Maret 2017

Insan Pasca Stroke (IPS) – M. Rofiq (11)

MINUMAN SUKUN DAN KARET KEBO & SENAM STROKE

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

SUKUN 

Buah sukun saya kira sudah tidak asing lagi karena biasa dijajakan di tepi jalan sebagai nyamilan gorengan yang cukup enak dan lezat. Saya tidak akan membicarakan kelezatan buah sukun, tapi kenikmatan minuman yang terbuat dari daun tanaman sukun.

Pertama saya mendapat pesan lewat fb dari alumni supaya saya minum rebusan daun sukun yang sudah tua, katanya temannya kena stroke bisa sembuh total dengan minum rebusan daun sukun tersebut secara terus menerus. Apa salahnya ngikuti saran itu dan ternyata tidak sulit mendapatkan daun sukun, dan tentu yang punya pohon sukun dengan senang hati memberikannya karena yang diambil daun yang berwana coklat karena sudah tua dan hampir berguguran.

Rasanya rebusan daun sukun menyerupai minuman teh, karena saya sangat suka minuman itu sampai – sampai saya menanam sukun di pot. Saya oleh anak istri dibilang aneh nanam sukun di pot karena batangnya nantinya akan besar sekali, kalaupun argumen mereka benar tapi tetap saya yang menang heee……..  

Dibawah ini ada video manfaat daun sukun, kalaupun untuk stroke tidak/belum disebut tapi masalah pembuluh darah untuk jantung disebut, yang jelas sudah ada rekomedasi alumni (Mahmudi Regyys).

KARET KEBO

Karet Kebo (karet = tanaman karet, kebo = kerbau) bagi orang sakit stroke merupakan tanaman yang sangat familier di kuping dan populer. Mungkin penamaan daerahnya disebut KARET karena tanaman tersebut banyak mengeluarkan getah seperti tanaman karet (mungkin satu famili dengan tanaman karet), sedang KEBO adalah hewan yang besar seperti halnya tanaman tersebut yang tumbuhnya besar (mungkin begitu). Saya dapat khabar tentang khasiat karet kebo pertama dari kakak di Malang, terus juga teman di Lampug (Pak Hamdani) juga memberi tahu mengenai khasiat tanaman tersebut. Sewaktu saya nunggu giliran fisioterapy di klinik, ketemu pasien dari Metro – Lampung juga ngomongin karet kebo tersebut dan saya dikasih tahu kalau mencari daunnya di rumah dinas gubenur saja disana banyak dan cukup minta ijin satpam saja pasti dikasih, katanya. Tapi anak istri mandapatkan daun karet kebo dari halaman masjid Islamic Center. Malahan dibawah pohon ada banyak biji jatuh yang berkecambah, saya ambil untuk ditanam dalam pot. Tujuh lembar daun karet kebo direbus, hasilnya sugguh enak seperti rebusan daun sukun. Menjadi minuman saya sahari – hari, kalau tidak daun sukun ya daun karet kebo, semoga suatu saat akan saya dapatkan manfaatnya seperti yang saya harapkan, Aamiin 3x. Minuman enak dan berkhasiat, kok belum ada yang menjadikan lahan bisnis ???.

——————-

Saya setiap pagi hari setelah bangun tidur minum air hangat (bukan air dingin) sebanyak 4 gelas, ini diinformasikan p Hamdani melaui WAG dosen yang ternyata minum air hangat 4 gelas setiap pagi bisa memperlancar aliran darah. Terimakasih infonya pak.

Juga diakhir tulisan saya yang sederhana  ini saya lampiri vidio senam stroke, walau model orang yang seterlalu lincah karena orang sehat heee, selamat senam stroke. Video-video ini saya dapat dari Pak Hamdani, Bu Raida, dan Pak Riyadi S (teman-teman saya yang sudah 30 tahun mengabdi di Polinela), terimakasih ya.

Wasalamu’alaikum Wr. Wb.

Bandarlampung, 21 Maret 2017

Insan Pasca Stroke (IPS) – M. Rofiq (10)

MACAM PANAMPILAN IPS

(PERCAYA DIRI YA)

Assalamu’alaikum Wr Wb

Setelah membaca tulisan anak saya (Nisrina ulfah) 

“Kemajuan Kesehatan Berdasar Scan Otak (Perspektif Dokter RS PON)” yang diposting di Jurnal Insan Pasca Stroke (IPS) – M. Rofiq (9) tanggal 13 Maret 2017 semakin jelas saya memahami penyakit stroke. Bukan sekedar terjadi penyumbatan (iskemik) atau pendarahan (hemoragik) pembuluh darah saja, tapi untuk pendarahan sendiri yang paling berat yaitu pendarahan yang berada di batang otak yang biasanya menyebabkan kematian, sedangkan yang lainnya tergantung otak bagian mana yang terkena serangan serta persentase otak yang rusak dan ini akan berpengaruh terhadap penampilan Insan Pasca Stroke (IPS) sendiri (wicara, posisi mulut, berjalan, pendengaran, ingatan, penglihatan, dsb). Sering kita jumpai IPS yang tidak bisa wicara dan lama sekali pulihnya bisa wicara lagi, atau hilang ingatan, hilang pedengrannya, motoriknya (fisik tangkas) bermasalah, dsb dll dan bisa saja seseorang  kena serangan lebih dari satu masalah tergantung daerah mana yang diserang. Makanya sering kita dengar bahwa kalau bapak/ibk INI kok cepet sembuh sementara bapak/ibk ITU sudah lama kok belum sembuh – sembuh, hal itu disebabkan karena tingkat serangannya berbeda.  Paling tidak bagi saya memahami ini penting agar  dalam hal mencari pengobatan tidak “grusa grusu”, toh menurut dokter tidak ada lagi rekomendasi obat, paling – paling dikasih vitamin otak dan melakukan fisioteraphy dan senam sesuai kemampuan serta menjaga faktor resiko terulangya stroke kembali.

Kalau saya yang kena serangan adalah “fisik tangkas” (pargerakan fisik/motorik), tapi wicara dan ingatan juga kena serangan pada awalnya (pemulihannya agak lumayan cepat) dan itu bisa dilatih secara fisik dan fisioterapi (saya membuat tulisan ini juga termasuk terapi). Banyak baca/nulis, fisioterapi dan latihan fisik merupakan hal yang sangat penting dilakukan, katanya.

Saya merasa puas dengan pelayanan RS PON Jakarta, diluar dugaan kami berdua bersama istri, bahwa anak saya sendirian ke sana tanpa saya (pasien) ikut tapi bisa mendapatkan informasi lebih dari cukup. Dokter spesialis (dr. Jofizal Jannis/ 66 th ) pelayanannya sangat bagus, padahal semestinya memang harus begitu karena saya sering dengar pelayanan bagus itu sudah bisa manjadi obat tersendiri. Bukan itu saja, anak saya terkesan juga pelayanan mulai satpam dan susternya sangat bagus. Saya kira tidak perlu dilanjutkan membahas masalah dokter yang bagus pelayanannya itu, bisa – bisa nanti saya ngomongin dokter yang pelayanannya kurang bagus/jelek heeeee

Ini saya menceriterakan beberapa IPS secara langsung dan tidak langsung, saya ketemu tanpa melihat dia kena stroke  hemoragik (pendarahan) atau iskemik (penyumbatan), siapa tahu yang saya tulis/ceriterakan ini ada manfaatnya.
Biasanya kalau berobat ke dokter/fisioteraphy/refleksi/urut selalu ketemu pasien yang lumayan sudah sembuh, beberapa diantaranya sbb:

1). Ditempat refleksi yang ini saya disuruh datang besuk pagi – pagi biar dapat urutan nomor pertama. Saya lihat pasiennya yang lain sudah bisa jalan dan ngomongnya sudah jelas sekali, dia memberi tahu saya kalau sejak awal tidak mau menggunakan tongkat atu alat lainnya. Dia “rambatan” di tembok/kursi dan itu dia lakukan cucup lama, dan saya sekarang juga disuruh coba berjalan sambil dipapah (waktu itu saya masih digendong) menuju mobil. Sesama penderita stroke kalau ketemu seperti saudara saja, yang sudah baikan memberi suport yang lemah, dalam hal ini saya yang lemah.

2). Di tempat fisioteraphy, istrinya seorang IPS ngomong kalao suaminya dulu sakit stroke nya parah tidak bisa apa – apa, setelah sekian lama (tidak jelas berapa lamanya) sekarang sudah sehat bahkan sambil nanggu urutan fisioteraphy dia berani jajan bakso heeee. Tapi agak curiga saya, suaminya kok diam tidak pernah ngomong jangan – jangan wicaranya bermasalah, semoga saja tidak.

3). Di tempat fisioteraphy, sudah 8 bulan dia kena stroke (tidak parah wicaranya tidak kena) dia cuma melakukan fisioteraphy saja, jalannya sudah agak cepat. Dia ngasih tahu saya kalau mencari karet kebo (apa itu karet kebo akan saya tulis yang akan datang) untuk minuman herbal di rumah dinas gubernur, saat itu saya juga mulai bisa jalan. Saya cuma ingin nunjukkan sesama IPS saling menolong sebisanya, paling tidak ngasih informasi. Kalao ke 3 contoh di atas jauh lebih baik kondisinya bibanding saya, yang selanjunya saya akan ngambil beberapa contoh yang Insya Allah masih kurang bagus keadaannya dibanding saya:
—————
1).Saya hanya bisa ngucapkan “sabar ya buk” saat ketemu dengan keluarga orang sakit setroke sudah 3 tahun lebih belum bisa apa – apa (jalan, nulis, berbicara, dsb belum bisa), bisanya cuma marah – marah saja (saya juga tidak paham dia marah – marah itu), marah – marah ke saya dan perawat saat pengobatan di balai pengobatan/fisioteraphy. Kenapa dia marah – marah pada saya ?, tarnyata perawatnya tidak boleh nangani/megang saya sebelum dia selesai ditangani. Masih berlaku ya rumus stroke = marah – marah.

2). Saya juga terapi di kolam air panas alami, ketemu dengan bapak – bapak berceritera kalau kakaknya (perempuan) sudah 4 tahun kena serangan stroke belum ada kemajuan, apa – apa masih perlu bantuan dan sangat menyita waktu, tenaga dll, kasihan keluarganya.

3). Tetangganya tukang urut langganan saya (di daerah Gedungtataan), bapaknya kena stroke malah ditinggal  pergi anak istri nya, di rumah sendirian akhirnya mau tidak mau tetagganya yang ngurus dia, “miris” sekali saya mendengar ceritera ini.
Tatangga saya tapi lain kampung, sama seperti itu tapi lebih manyakitkan, suaminya kena stroke malah ditinggal istrinya nikah lagi. Akhirnya suaminya diambil pihak keluarganya dan setiap hari disuruh jalan – jalan di pantai dan mandi air laut (kebatulan rumahnya di tepi laut) sekarang sembuh total.

Sebelum berakhir tulisan ini, pada photo di atas saya pasang dua tangan saya sewaktu kena matahari pagi jam 09.00, kalau photo tersebut di zoom akan terlihat tangan yang sakit (tangan kanan) mengeluarkan keringat 2,5 kali lebih banyak dibanding tangan yang sehat (kangan kiri), mengapa demikian ??

Yang bisa saya ambil untuk pelajaran adalah:

1). Harus agak hati – hati berobat untuk sakit stroke, dokter merekomendasikan  fisioteraphy dan latihan fisik yang banyak.

2). Harus menjaga faktor resiko terulangnya stroke kembali.

3). Tidak hanya yang sakit yang lebih bersabar, tapi pihak keluarga harus lebih lebih lebih sabar lagi.

Saya kira cukup ini dulu tulisan saya, semoga ada manfaat yang bisa diambil, terimakasih.

Wassalamu’alaikum Wr Wb

Bandarlampung, 18 Maret 2017

Insan Pasca Stroke (IPS) – M. Rofiq (9)

rspon.JPG

Kemajuan Kesehatan Berdasarkan Scan Otak (Prespektif Doker RS PON) oleh Nisrina Ulfah

Jumat kemarin tanggal 10 Maret saya diutus bapak saya untuk pergi ke RS Pusat Otak Nasional (PON) untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis syaraf terkait kondisi beliau.

Di PON sendiri ada banyak dokter-dokter spesialis syaraf. Nama-nama dokter dan jadwal praktiknya bisa dilihat di website PON, http://www.rspon.co.id/. Singkat cerita saya berhasil membuat janji untuk konsultasi dengan dr. Jofizal Jannis, SpS(K) di Jumat Sore.

Sesampainya di PON ada banyak pasien yang beragam, saya gak banyak ngobrol sih dengan pasien lainnya. Eh saya sih bukan pasien ya hehe. Saya cuma ajak ngobrol kakek yang duduk gak jauh dr saya. Dan gak nyambung. Mungkin pendengarannya agak kurang atau gimana pokoknya saya nanya apa dijawabnya apa. Yaudadeh bye gak jadi ngobrol. Tapi karena kakek itu, saya jadi ingat sesuatu yang bisa ditanyakan ke dr. Jofi nanti. Tentang demensia.

Agak takut ya ketemu dokter sebenernya, kata temen saya, kayak mau disidang aja pake takut. Tapi saya memang mempersiapkan diri macam mau ketemu dosen pembimbing skripsi sih hehe ini lebay. Saya nyiapin pertanyaan banyaaak banget buat ditanyain ke dokter. Soalnya kapan lagi kan bisa nanya-nanya ke pakarnya langsung dan harus dijawab loh. Soalnya kan saya bayar. Wkwk.

Langsung aja ya ini beberapa pertanyaan yang saya ajukan setelah nyeritain kondisi dan dokternya lihat hasil scan otak bapak saya.

N: gimana dok, buruk apa gak?
D: engggak kok biasa aja, ini pendarahannya di bagian ini. Sekarang darahnya pasti udah gak ada lagi. Ini yang kena bagian fisik tangkas.

N: Tindakan medis yang bisa dilakukan apa kalo skrg?
D: cuma fisioterapi, sama jaga tekanan darahnya.

N: gak perlu di scan ulang atau check apaa gt?
D: gak perlu, kalo kondisi klinisnya bagus (ada perbaikan terus) gak perlu dilakukan apa-apa. Fisioterapi aja.

N: untuk otaknya apa?
D: banyakin baca sama fisioterapi atau latihan fisik karena sel otak yang rusak di           sekitarnya kan ada syaraf nah syaraf-syaraf itu bisa saling terhubung kalo bagian yg terganggu dilatih atau difisioterapi.

N: perburukan yang mungkin terjadi ke depannya apa dok?
D: ya bisa pendarahan lagi, kalau faktor risikonya tidak dijaga. Faktor risikonya itu kolesterol, gula darah, tekanan darah dan merokok.

N: Kalo demensia gimana dok? Bisa terjadi gak?
D: kalo perdarahan malah aman dari demensia, demensia biasanya kena kalo yang penyumbatan.

(Baca lebih lanjut tentang apa itu demensia di: https://www.docdoc.com/id/info/condition/demensia)

N: jadi parah penyumbatan apa perdarahan Dok?
D: ya parah perdarahan soalnya kalau perdarahan risiko gak selamatnya tinggi. Kan bisa menyebabkan kematian.

N: Dok bapak saya dapat cerita dari temannya ada yg kena stroke perdarahan di operasi di PON sehat normal seperti gak pernah stroke.
D: itu berati pendarahannya besar waktu serangan. Kalo ini mah gak perlu dioperasi. Sekarang juga perdarahnya pasti udah gak ada. Udah bisa jalan kan ayahnya?
N: udah tapi nyeret.
D: Stroke itu penyembuhannya 6 bulan, setelah itu lambat kemajuannya. Ya memang harus sabar. Fisioterapi dijalanin terus.

N: jadi gak ada tindakan medis yg bisa dilakuin selain fisioterapi ya dok?
D: iya cuma fisioterapi sama itu faktor risikonya dijaga karena ini kan udh pernah stroke jadi berkemungkinan stroke berulang.
N: kalo minum obat darah tinggi itu ngerusak ginjal gak dok?
D: banyakin minum aja. Obatnya kan harus diminum setiap hari. Jadi perbanyak minum air juga. Kalo mau periksa ginjalnya juga gak apa apa.
N: kalo herbal gimana?
D: enggak deh itu. Gak terlalu ngefek.

N: kalo vitamin otak gimana?
D: ya gpp bagus itu. Pasti dokternya juga kasih vitamin otak itu.

N: bapak saya skrg terapi nulis dok, ngetik sih sebenernya
D: nah itu bagus banyakin baca banyakin nulis. Bagus buat otaknya memang gitu nyembuhinnya.

N: Bapak saya kan mau ngajar lagi, tapi ada kekhwatiran nanti gimana gimana sama kesehatannya gitu. Kan ada yang bilang jangan kebanyakan mikir, jangan nonton yang bikin kaget, gitu dok.
D: siapa itu yg bilang?
N: banyak orang2 yg jenguk
D: ah enggak. Malah kalau mau ngajar ya ngajar aja. Banyakin baca, dipakai mikir juga gpp. Kan yg ngebuat stroke berulang itu kalo faktor risikonya gak dijaga. Ya tapi jangan capek berlebih, aktivitas berlebih, emosi berlebih. Kalo udah capek ya istirahat kan keliatan dari wajahnya kalo udah capek. Udah bisa mandiri kan bapaknya?

N: mandi belum bisa.
D: kenapa belum bisa, pakai tangan kiri dikasih kursi sama pegangan. Orang stroke itu yang penting bisa mandiri, bisa memenuhi keperluannya sendiri, bisa aktivitas kayak yang sebelumnya tapi pastinya gak 100% kayak dulu ya. Kalau mau bapaknya dibawa kesini bawa aja.
N: kalo dibawa kesini nanti pemeriksaannya apa?
D: ya biasa aja nanti difisioterapi di lt 4. Kalau mau  paling pemeriksaan fungsi luhur. 2 jam diperiksanya, capek banget pasti habis itu. Apalagi?
N: mm.. apalagi ya.. menurut dokter apa lagi?
D: udah gak ada lagi. Di PON sini kan memang banyak kasus stroke jadi fisioterapinya alat2nya juga lengkap. Kamu ke lantai 4 aja masuk kesana tempat fisioterapi ketemu sama kepalanya bilang kamu dari Harapan Kita mau liat-liat untuk pengobatan ayah disuruh dr. Jofi gitu. Gpp kesana aja, nanti kamu foto-fotoin kamu bandingin sama yang di lampung gimana.

Ya kira-kira begitulah isi konsultasinya, di tengah-tengah konsultasi dokternya nanya juga saya tinggal dimana, kerja dimana, orang tua dimana. Pas akhir konsultasi, dokternya udah pergi mau sholat ashar, asistennya yang tadi juga ada di ruangan ngasih saya kartu nama dokter Jofi katanya kalo mau tanya-tanya bisa lewat whatsapp juga, biasanya dibalas pas malam hari. Wah baik ya.

Asistennya ini juga ngasih saran supaya rajin baca Al-Qur’an buat penderita stroke dan rajin-rajin ngomong di depan cermin. Kalau bisa suaranya direkam pakai handphone dan disimak kembali, jadi insan pasca stroke bisa membenahi kualitas bicaranya sendiri karena dia tau oooh di bagian ini toh suaranya yang belum jelas.

Oh iya terakhir, bagi yang tinggal di sekitaran Jabodetabek yang mudah akses ke Cawang, setiap hari Senin jam 9 pagi dilakukan senam stroke gratis di lantai 4 RS Pusat Otak Nasional ini. Jadi bisa datang yaa.

Slipi, 13 Maret 2017